Jakarta – Pemerintah Jerman memutuskan untuk mengevakuasi sejumlah diplomatnya dari Irak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah pecah perang antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyatakan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada penilaian risiko di lapangan untuk melindungi personel negara.
Kementerian Luar Negeri Jerman menginformasikan melalui AFP pada Kamis (12/3/2026) bahwa staf konsulat Jerman di Erbil saat ini telah dipindahkan sementara dari Irak.
Evakuasi ini merupakan langkah preventif menanggapi situasi yang belum dapat diprediksi, dengan fokus utama pada keamanan diplomat dan karyawan Jerman.
—DataBicara: Langkah ini menegaskan komitmen Jerman terhadap perlindungan personel asing di zona konflik.
