DB
Data Bicara
2026-03-11T20:01:00.000Z

Perang Iran Memaksa Negara Asia Lakukan Kebijakan Hemat Energi dan Gaji

Perang Iran Memaksa Negara Asia Lakukan Kebijakan Hemat Energi dan Gaji

Jakarta – Perang di antara Iran, AS, dan Israel menimbulkan dampak ekonomi pada beberapa negara Asia. Pada Kamis (12/3/2026), detik.com melaporkan kebijakan baru yang bertujuan menghindari krisis.

Di Pakistan, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengumumkan serangkaian langkah penghematan. Sekolah akan tutup dua minggu bagi sekitar 40 juta siswa dan perguruan tinggi beralih kuliah daring. Kantor pemerintah (kecuali perbankan) hanya beroperasi empat hari seminggu, setengah pegawai negeri bekerja dari rumah, dan bahan bakar kendaraan dinas dipangkas setengahnya.

Para menteri dan penasihat pemerintah memotong gaji serta tunjangan; anggota legislatif diharapkan menurunkan gaji sukarela 25 %. Pemerintah melarang pesta makan malam buka puasa selama Ramadan. Pakistan menaikkan harga bensin dan solar sebesar 55 rupee per liter, mengakibatkan inflasi tinggi.

Di Thailand, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memerintahkan kerja dari rumah mulai Selasa (10/03), kecuali bagi pegawai yang harus melayani masyarakat. Pemerintah juga menurunkan suhu pendingin ruangan, mengenakan pakaian santai, mematikan lampu saat tidak digunakan, dan menghindari lift.

Bangladesh menutup seluruh universitas negeri dan swasta serta mempercepat libur Idulfitri untuk menghemat listrik. Sekolah pemerintah dan swasta sudah tutup sejak awal Ramadan. Bangladesh tergantung pada impor energi 95 % dan telah membatasi pembelian bahan bakar.

Vietnam mendorong karyawan bekerja dari rumah guna mengurangi konsumsi bahan bakar. Pemerintah menghapus tarif impor bahan bakar hingga akhir April dan bernegosiasi dengan negara-negara Timur Tengah untuk pasokan.

—DataBicara: Kebijakan penghematan ini mencerminkan dampak langsung konflik regional terhadap sektor energi dan pendidikan di kawasan Asia.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.