Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dikabarkan terluka akibat serangan AS dan Israel namun otoritas Iran menolak kabar tersebut. Menurut penasihat pemerintah Yousef Pezeshkian, Khamenei dalam keadaan aman dan sehat.
Berita ini muncul di tengah rentetan serangan gabungan AS‑Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026, yang menewaskan pejabat tinggi Teheran, termasuk ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Sejak kematian ayahnya pada 8 Maret 2026, Mojtaba telah resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi.
Televisi pemerintah Iran menyebut Khamenei sebagai “veteran perang yang terluka dalam perang Ramadan”, namun tidak merinci cedera spesifik yang dialaminya. Otoritas Iran menegaskan kembali bahwa ia sehat.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menolak penunjukan Mojtaba dan menilai langkah tersebut sebagai "kesalahan besar", menyatakan bahwa Mojtaba tidak akan dapat hidup damai tanpa persetujuan AS.
