Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana penunjukan utusan khusus yang akan mengawasi Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara dan di masa depan setiap BUMN di Indonesia. Ia menyampaikan hal tersebut pada Hari Ulang Tahun keā1 Danantara, yang berlangsung di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
Prabowo menyoroti banyaknya sovereign wealth fund di negara kaya yang mengalami kerugian karena manajemen yang buruk. Menurutnya, BPI Danantara adalah lembaga paling diawasi di Indonesia, dengan dewan pengawas kuat dan dukungan dari Menteri Keuangan serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan BPKP.
Ia menambahkan bahwa Kejaksaan, kepolisian, serta Panglima TNI turut terlibat dalam proses pengawasan. "Kita upayakan semua pengawasan," ujarnya.
Saat ini ia telah menunjuk sejumlah utusan khusus presiden, dan akan mempertimbangkan penunjukan utusan untuk setiap BUMN yang dikelola negara. Langkah tersebut bertujuan memastikan aset negara tidak disalahgunakan.
Prabowo menegaskan pentingnya menjaga BUMN sebagai sumber kekuatan ekonomi bangsa. Ia menyebut bahwa aset negara adalah "darah bangsa" dan perlu dilindungi agar Indonesia tetap kuat.
Ia juga mengungkapkan optimisme terhadap masa depan Indonesia, menyerukan persatuan, kerja keras, dan kesiapan menghadapi tantangan global.
āDataBicara: Rencana penunjukan utusan khusus menandai upaya pemerintah memperkuat mekanisme pengawasan aset negara, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan transparansi.
