Jakarta – Pada Rabu (11/3/2026), Presiden Prabowo Subianto mengangkat tema krisis global sebagai peluang di acara Tasyakuran ke‑1 Danantara yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta Selatan. Ia menilai ketidakpastian dunia saat ini merupakan ujian sekaligus momentum bagi setiap negara untuk memperkuat diri.
Prabowo menyebut krisis sebagai "blessing in disguise" atau berkah tersembunyi, dan menegaskan bahwa krisis sering kali melahirkan peluang baru bagi pihak yang mampu bertahan. Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk melihat krisis bukan hanya sebagai ancaman, tetapi juga batu loncatan menuju kemajuan.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya kesiapan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global. Ia percaya bahwa Indonesia dapat memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat sektor ekonomi, sosial, dan politiknya.
Sementara itu, tidak ada data spesifik mengenai langkah konkret yang akan diambil pemerintah, namun pesan Prabowo menyoroti semangat proaktif dan adaptif sebagai kunci dalam menghadapi ketidakpastian masa depan.
