Jakarta – KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri Praja bersamaan dengan penangkapan Bupati M Fikri Thobari (MFT). Operasi ini menegaskan dugaan bahwa kedua pejabat tersebut beroperasi sebagai satu kesatuan.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan alasan KPK ikut menjerat Hendri. Ia menyatakan bahwa karena keduanya dipilih bersama pada pemilihan daerah, KPK berharap mendapatkan informasi yang lebih lengkap dari mereka.
Pada saat operasi berlangsung, KPK tetap mengumpulkan bukti namun pada akhirnya memutuskan untuk tidak menuntut Hendri sebagai tersangka dan melepaskannya.
—DataBicara: Penanganan kasus ini menunjukkan pendekatan KPK terhadap kemungkinan kolusi pejabat daerah melalui proses penyelidikan awal.
