Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan Gerakan Satu Jam Berkualitas bersama Keluarga (SatuJamKu) sebagai upaya menanggulangi kecanduan gadget pada anak.
Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, mengungkapkan di kantor Kemenko PMK bahwa penetrasi internet di Indonesia sudah lebih dari 80 % namun pendampingan orang tua masih kurang dari 30 %. Ia menambahkan bahwa sekitar 42 % anak usia dini di bawah 6 tahun sudah terpapar gawai.
SatuJamKu mengajak setiap keluarga untuk menyisihkan minimal satu jam per hari tanpa gangguan gadget. Selama waktu tersebut, orang tua dan anak didorong melakukan interaksi langsung seperti ibadah, makan, olahraga, atau rekreasi bersama.
Woro menekankan pentingnya teladan orang tua, karena sering kali orang tua melarang anak bermain HP namun tetap aktif di media sosial sendiri. Ia menyatakan bahwa kunci keberhasilan gerakan ini terletak pada keteladanan.
Sebagai momen strategis, Woro melihat mudik lebaran sebagai waktu emas untuk menerapkan Gerakan SatuJamKu. Menurutnya, saat mudik interaksi keluarga kuat karena tidak terbebani pekerjaan dan sekolah. Ia sedang berkoordinasi dengan Kominfo untuk kampanye agar selama mudik keluarga fokus pada kelekatan interaksi tanpa distraksi gadget.
—DataBicara: Gerakan ini menyoroti peran penting orang tua sebagai pengasuh digital yang konsisten, sekaligus mencerminkan upaya pemerintah mengatasi tantangan kecanduan gadget di era digital.
