Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa negaranya memiliki "pasokan senjata penting yang nyaris tak terbatas." Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Iran menegaskan bahwa pihaknya memiliki "kapasitas untuk bertahan melawan musuh" lebih lama daripada estimasi AS.
Klaim ini muncul dalam konteks perbandingan kekuatan militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, di mana stok dan suplai senjata menjadi faktor penting namun bukan satu-satunya penentu kemenangan.
Pihak AS menekankan keunggulan logistik mereka, sementara Iran berargumen bahwa sistem pertahanan dan ketahanan nasionalnya dapat menahan tekanan lebih lama.
Kedua belah pihak mengakui bahwa dalam konflik sebelumnya, seperti di Ukraina, Rusia tetap memiliki keunggulan persenjataan meski mengalami kekurangan pasokan.
Meskipun demikian, kedua negara mengklaim bahwa mereka telah menggunakan senjata secara intensif sejak awal pertempuran, menyalahi kapasitas produksi internal masing-masing.
—DataBicara: Perbandingan pasokan senjata antara AS dan Iran menunjukkan ketegangan strategis yang berpotensi memicu eskalasi regional.
