Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyoroti longsor di Taman Pembuangan Sampah Terbuka (TPST) Bantargebang yang menewaskan tujuh orang.
Hanif menyebut peristiwa tersebut seperti “gunung es” dari berbagai masalah di TPST Bantargebang dan menuntut penjelasan pejabat terkait open dumping.
Di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Hanif menegaskan bahwa kondisi sampah di TPST membahayakan pekerja. Ia juga mengangkat pelanggaran pengelolaan sampah dan keberadaan logam berat di sungai serta sumur masyarakat sekitar.
Menurut data yang dikutip, lebih dari 80 juta ton sampah tertumpuk di Bantargebang. Tinggi tumpukan mencapai 73 meter, sementara area tidak aktif mencapai 50 meter.
Hanif menilai Jakarta masih berstatus kota kotor dan menyerukan pemerintah daerah memperbaiki pengelolaan sampah. Ia mengajak semua pihak, termasuk TNI‑Polri, untuk bergandeng tangan menyelesaikan masalah sampah di DKJ.
—DataBicara: Menteri LH menekankan pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal penanganan biaya tinggi yang terkait dengan pengelolaan sampah.
