DB
Data Bicara
2026-03-10T22:33:00.000Z

Trump Peringatkan Iran: Ranjau di Selat Hormuz Akan Menimbulkan Konsekuensi Militer Besar

Trump Peringatkan Iran: Ranjau di Selat Hormuz Akan Menimbulkan Konsekuensi Militer Besar

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran tentang konsekuensi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya jika mereka memasang ranjau di Selat Hormuz. Peringatan ini muncul setelah Teheran bersumpah bahwa tidak ada minyak dari wilayah Teluk yang akan melewati jalur air utama tersebut.

Pada Rabu (11/3/2026), Trump mengungkapkan pesan tersebut melalui media sosial Truth miliknya. Ia menyatakan belum menerima laporan tentang Iran melakukan tindakan tersebut, namun menegaskan bahwa jika Teheran telah melakukannya, mereka harus segera menyingkirkan alat peledak terapung tersebut.

"Jika karena alasan apa pun ranjau ditempatkan, dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Trump. Ia juga menyatakan bahwa jika Iran menyingkirkan ranjau tersebut, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar.

Trump menambahkan AS dapat menggunakan rudal yang sebelumnya dipakai untuk meledakkan kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di perairan Amerika Latin guna "menghilangkan secara permanen" kapal-kapal pemasang ranjau di selat Teluk.

Unggahan Trump muncul setelah CNN mengutip sumber anonim yang mengetahui laporan intelijen AS melaporkan bahwa Iran memang telah mulai memasang ranjau di Selat Hormuz, sebuah jalur air penting bagi hampir seperlima produksi minyak global. Sumber tersebut menyatakan lalu lintas praktis terhenti.

Gedung Putih sebelumnya mengatakan Amerika Serikat belum mengawal kapal tanker minyak apa pun melalui Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul setelah akun media sosial menteri energi memposting klaim yang kemudian dihapus.
—DataBicara: Peringatan Trump menyoroti ketegangan geopolitik di Teluk, dengan kemungkinan dampak signifikan terhadap perdagangan minyak global dan keamanan maritim di kawasan.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.