Jakarta – Iran mengumumkan bahwa negara-negara yang mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya akan mendapat akses bebas melalui Selat Hormuz mulai 10 Maret 2026, menurut pengumuman Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di televisi pemerintah IRIB.
Selat Hormuz telah ditutup sejak serangan udara AS‑Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Penutupan tersebut mengakibatkan hampir 90 % penurunan lalu lintas kapal tanker dalam satu minggu, menurunkan volume ekspor gas alam cair dan minyak dunia.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta negara Teluk yang menampung aset militer AS. Konflik ini mendorong harga minyak global naik di atas US$ 100 per barel.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengancam akan "menghantam" Iran lebih keras jika penutupan berlanjut, namun juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menegaskan bahwa pasukan Iran tidak akan mengizinkan ekspor minyak ke sekutu AS dan Israel selama perang.
Perubahan kebijakan akses Selat Hormuz akan bergantung pada kondisi konflik di wilayah tersebut.
