DB
Data Bicara
2026-03-10T13:03:00.000Z

PKB Minta Kemlu Koordinasi UAE-Oman Perluas Pencarian 3 ABK WNI di Hormuz

PKB Minta Kemlu Koordinasi UAE-Oman Perluas Pencarian 3 ABK WNI di Hormuz

Jakarta – Anggota Komisi I DPR Fraksi PKB Iman Sukri meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memaksimalkan upaya pencarian tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan hilang setelah kapal tugboat Musaffah 2 meledak di Selat Hormuz.

Iman menekankan perlindungan terhadap WNI harus menjadi prioritas utama pemerintah, terutama dalam situasi konflik. Ia mengatakan: "Kementerian Luar Negeri harus bekerja keras dan memaksimalkan pencarian terhadap tiga ABK WNI yang masih hilang. Pemerintah perlu memastikan seluruh upaya penyelamatan dilakukan secara optimal," pada Selasa (10/3/2026).

Ketua DPP PKB ini meminta Kemlu terus memperkuat koordinasi dengan perwakilan RI di kawasan Timur Tengah, khususnya KBRI Abu Dhabi di Uni Emirat Arab dan KBRI Muscat di Oman. Menurutnya, koordinasi lintas negara sangat penting mengingat lokasi kejadian berada di jalur pelayaran internasional.

Iman mendorong pemerintah menjalin kerja sama dengan berbagai negara yang memiliki otoritas di wilayah perairan Selat Hormuz agar pencarian dapat dipercepat. Ia menegaskan: "Pemerintah harus berkoordinasi dengan berbagai negara, khususnya UEA dalam melakukan pencarian. Semua langkah harus ditempuh agar ketiga WNI tersebut bisa segera ditemukan."

Kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA) mengalami ledakan pada Kamis (6/3). Menurut Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, insiden terjadi di Selat Hormuz antara perairan PEA dan Oman pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Kapal ini tenggelam setelah terbakar akibat ledakan tersebut.

Saat ini Otoritas di PEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden, sementara Kemlu berkoordinasi dengan otoritas PEA, Oman dan pihak perusahaan Safeen Prestige. Kapal Musaffah 2 sendiri terdiri dari 7 personel kapal berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.