Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran telah gagal. Ia menegaskan bahwa rencana pertama mereka tidak berhasil, dan upaya selanjutnya juga tidak mencapai tujuan.
Araghchi menambahkan bahwa AS‑Israel melakukan serangan tanpa pandang bulu ke daerah permukiman dan infrastruktur energi Iran, yang menurutnya menyebabkan harga minyak melonjak. Menurutnya, setelah 10 hari konflik, pihak Barat tampak tak memiliki agenda akhir.
Ia juga menyatakan bahwa negosiasi dengan AS tidak lagi menjadi agenda negara Iran setelah pengalaman pahit dalam putaran pembicaraan nuklir sebelumnya. “Mereka berjanji tidak akan menyerang kami dan ingin menyelesaikan masalah nuklir secara damai,” ujarnya, namun ia menegaskan bahwa serangan tetap terjadi.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menganggap perang melawan Iran sudah sangat tuntas. Dalam wawancara telepon dengan CBS News pada 9 Maret 2026, Trump mengatakan bahwa konflik telah berlangsung lebih cepat dari perkiraan awal yang menyebutkan empat hingga lima pekan. Ia menilai militer Iran hampir tidak memiliki angkatan laut, udara, atau drone.
Trump juga menginformasikan bahwa militer AS telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada minggu pertama operasi "Operation Epic Fury". Ia menegaskan bahwa pihak Iran sudah tidak memiliki apa‑apa yang tersisa secara militer.
