Jakarta – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera berjanji akan meningkatkan okupansi hunian sementara (huntara) serta menyalurkan dana tunggu hunian (DTH). Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Juru bicara Satgas PRR, Amran, menyatakan bahwa upaya menurunkan jumlah pengungsi akan terus dilanjutkan hingga Idulfitri 2026. Ia menjelaskan bahwa skema rehabilitasi meliputi peningkatan okupansi huntara, penyaluran DTH, dan pembersihan lumpur.
“Pengungsi di tenda akan terus berkurang hingga Idulfitri yang akan datang,” kata Amran pada Selasa (10/3/2026). Ia menegaskan optimisme bahwa pengungsi akan semakin banyak menempati huntara sehingga tidak ada lagi pengungsi di tenda.
—DataBicara: Upaya PRR menandai komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana dengan fokus pada penyediaan tempat tinggal sementara dan pendanaan langsung kepada korban.
