Jakarta – Sebanyak 11 paus pilot (Globicephala macrorhynchus) terdeteksi mati setelah terjebak jaring pukat nelayan di perairan Desa Fuanfuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Selain korban yang sudah tidak hidup, beberapa paus lain berada dalam kondisi kritis.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Imam Fauzi mengonfirmasi jumlah tersebut berdasarkan identifikasi lapangan pada hari Senin (9 Maret 2026). Tim BKKPN masih melakukan pendataan dan identifikasi lanjutan di lokasi.
—DataBicara: Kasus ini menyoroti risiko jaring nelayan terhadap mamalia laut, memaksa pihak berwenang untuk memperkuat pengawasan di perairan NTT.
