Jakarta - Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa mereka akan "menentukan akhir perang" di Timur Tengah, merespon pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut konflik tersebut sudah "sangat tuntas".
Pada Selasa (10/3/2026), IRGC mengeluarkan pernyataan resmi melalui kantor berita AFP: "Kamilah yang akan menentukan akhir perang," sambil menegaskan bahwa situasi di kawasan kini berada di tangan angkatan bersenjata mereka; pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa perang melawan Iran sudah hampir selesai dan diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima pekan. Ia mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat.
Trump menyoroti kelemahan militer Iran, menyebutnya tidak memiliki angkatan laut atau udara yang signifikan serta drone dan rudal mereka telah dihancurkan di berbagai tempat, termasuk pabrik pembuat drone. Ia juga mengutip data militer AS tentang serangan lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada minggu pertama operasi "Operation Epic Fury".
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat sudah jauh melebihi perkiraan awal durasi perang dan menyatakan bahwa akhir konflik hanyalah pikiran pribadinya, bukan konsensus internasional.
