Jakarta – Kalimat ‘Jika kau mendambakan perdamaian, bersiaplah untuk perang’ terdengar di bioskop saat film *Parabellum* dirilis.
Bagi penonton, frasa tersebut seolah menjadi pembenaran kekerasan demi mencapai kedamaian. Namun, berita hari ini menunjukkan bahwa ungkapan Latin itu juga berfungsi sebagai peringatan nyata.
Dari konflik di Selat Hormuz hingga perang di Ukraina, dunia tampak mengikuti nasihat kuno: persiapan perang sering memicu terjadinya peperangan.
Sang penulis teori militer Romawi, Publius Flavius Vegetius Renatus, mencatat ungkapan tersebut pada akhir abad ke-4 Masehi, bukan sebagai semboyan jenderal haus darah.
Kini, peristiwa dunia menegaskan bahwa pemahaman yang salah terhadap kalimat ini dapat memperparah ketegangan internasional.
