Washington DC – Presiden Donald Trump memperingatkan Iran bahwa jika penutupan Selat Hormuz terus berlanjut, Amerika Serikat akan merespons dengan kekuatan militer yang lebih besar.
Trump mengumumkan peringatan tersebut melalui platform Truth Social pada Selasa (10/3/2026). Ia menyatakan bahwa “kita akan menghantam Iran dua puluh kali lebih keras” dibandingkan respons sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa target-target mudah dihancurkan akan diincar untuk membuat Iran hampir tidak dapat dibangun kembali. Trump mengharapkan agar hal itu tidak terjadi.
Pernyataan ini dilatarbelakangi oleh penutupan Selat Hormuz sejak 28 Februari, ketika AS dan sekutunya menyerang udara besar terhadap Iran. Sejak saat itu, Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel serta negara-negara Teluk.
Selat Hormuz memegang peranan penting dalam perdagangan energi global; sekitar 20 % minyak dunia melewati jalur tersebut. Namun, menurut Kpler, lalu lintas kapal tanker di selat menurun 90 % dalam seminggu terakhir.
Trump menegaskan bahwa langkah ini bertujuan melindungi pasar energi internasional dan merupakan “hadiah” bagi China serta negara-negara yang bergantung pada Selat Hormuz.
