Jakarta – Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan langkah pemerintah untuk menghemat bahan bakar akibat kenaikan harga minyak dunia yang dipicu perang AS‑Israel dengan Iran.
Harga minyak melonjak di atas $100 per barel, pertama kali sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Peristiwa ini terjadi saat Iran melancarkan serangan balasan terhadap negara penghasil minyak mentah di Teluk.
Sebagai respons, Pakistan menaikkan harga BBM di SPBU sekitar 20 persen. Kenaikan tersebut memicu antrean panjang di seluruh negeri.
Pemerintah juga meminta 50 % pekerja bekerja dari rumah dan memperpanjang liburan sekolah guna mengurangi konsumsi bahan bakar.
—DataBicara: Langkah WFH dan kenaikan BBM menunjukkan upaya Pakistan menyeimbangkan kebutuhan energi dengan dampak ekonomi domestik.
