DB
Data Bicara
2026-03-09T16:34:00.000Z

Israel Klaim Menewaskan Kepala Unit Hizbullah di Lebanon

Israel Klaim Menewaskan Kepala Unit Hizbullah di Lebanon

Israel mengumumkan update terbaru terkait pertempuran antara pasukannya dengan kelompok bersenjata yang didukung Iran, Hizbullah. Israel mengklaim militernya telah membunuh Kepala Unit Nasr Hizbullah Abu Hussein Ragheb yang beroperasi di bagian selatan Lebanon.

Dilansir AFP, Senin (9/3/2026), Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan dirinya "Diberi pengarahan tentang pemusnahan komandan Unit Nasr Hizbullah" Abu Hussein Ragheb dalam sebuah serangan. Unit Nasr beroperasi di sektor timur di selatan Sungai Litani, Lebanon.

Unit ini membuka serangan lintas batas terhadap Israel usai serangan Hamas pada Oktober 2023. Israel diketahui melancarkan serangan ke Desa Qlayaa, Lebanon selatan.

Serangan tersebut menewaskan seorang pendeta, Pierre al-Rai yang terkena tembakan tank Israel. Kantor Berita Nasional (NNA) melaporkan sebuah rumah di kota mayoritas beragama Kristen itu "dihantam dua kali berturut-turut oleh tembakan artileri dari tank musuh Merkava".

Serangan pertama melukai pemilik rumah dan istrinya, menurut NNA. Setelah beberapa tetangga, termasuk Rai, dan paramedis Palang Merah bergegas ke lokasi kejadian, rumah tersebut dihantam untuk kedua kalinya, melukai Rai dan tiga orang lainnya.

Pendeta itu kemudian meninggal karena luka-lukanya, kata sumber medis kepada AFP. Tidak jelas mengapa pasukan Israel menargetkan rumah yang terletak di pinggiran kota tersebut.

Pada hari Jumat (6/3), Rai ikut serta dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh penduduk setempat di kota tetangga Marjayoun, di mana mereka bertekad untuk tetap tinggal di rumah mereka meskipun ada peringatan evakuasi yang dikeluarkan oleh tentara Israel kepada semua penduduk di selatan sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan.

"Ketika kami mempertahankan tanah kami, kami mempertahankannya dengan damai, dan kami hanya membawa senjata perdamaian, kebaikan, cinta dan doa," ucap Rai dalam pidatonya. "Kami terpaksa tetap berada dalam bahaya karena ini adalah rumah kami dan kami tidak akan meninggalkannya," sambungnya.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.