Jakarta – Kapten Miswar Maturusi dan dua WNI lainnya hilang setelah kapal tugboat Musaffah 2 meledak dan tenggelam di Selat Hormuz. Sebelum insiden, kapten tersebut berkomunikasi dengan istrinya, Marliani Ahmad.
Pada Rabu (4/3), Marliani melaporkan melalui detiksulsel bahwa ia melakukan video call biasa dengan suaminya. Selama panggilan, Miswar meminta izin untuk istirahat.
Keesokan harinya, Kamis (5/3) pagi, kapten mengirim pesan lewat WhatsApp kepada istrinya menandakan bahwa ia akan berlayar pada sore hari.
—DataBicara: Komunikasi terakhir menunjukkan rencana pelayaran sebelum tragedi.
