Di wilayah Tepi Barat, pemukim Israel menyerang warga Palestina sehingga empat orang tewas. Menurut AFP, peristiwa ini terjadi pada Senin (9/3/2026). Wartawan AFP menyaksikan pemakaman keempat pria tersebut; kerabat korban menangis tersedu-sedu saat jenazah dibawa oleh para pelayat.
Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa pemukim Israel menembak mati Thaer Faruq Hamayel (24) dan Farea Jawdat Hamayel (57) di AbuâŻFalah, timur laut Ramallah. Informasi tentang kapan tepatnya insiden terjadi tidak disebutkan.
Menurut pelapor Hamid Khattab kepada AFP, para pemukim Israel awalnya menembakkan pistol, kemudian diberi senjata otomatis. Serangan ini disambut oleh wakil presiden Palestina Hussein alâSheikh yang mengutuk tindakan tersebut sebagai "serangan brutal terhadap warga sipil yang tidak bersalah".
Pasukan militer Israel dikirim ke daerah AbuâŻFalah setelah menerima laporan tentang warga Palestina yang diserang di dekat rumah mereka. Seorang kepala militer, Mayor Jenderal Avi Bluth, juga mengutuk serangan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan ini "tidak dapat ditoleransi" serta berbahaya bagi keamanan.
Pada hari Sabtu (7/3), Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pemukim Israel menembak mati seorang pria di desa WadiâŻalâRakhim, serta melukai saudaranya. Kepala Dewan Desa Tuwani, Mohammad Rabai, menyatakan bahwa para pemukim memasuki rumah-rumah di daerah tersebut dan menyerang keluarga Amir Mohammad Shnaran; Amir tewas akibat serangan.
Militer Israel mengirim tentara dan polisi ke lokasi setelah menerima laporan tentang "konfrontasi kekerasan" antara warga Israel dan Palestina. Sebuah penyelidikan masih berlangsung.
