Pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.00 WIB, gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang menabrak warung kopi dan truk sampah yang sedang beroperasi. Longsor tersebut menutup akses jalan di area TPST dan menyebabkan enam orang tewas.
Kejadian pertama kali dilaporkan oleh saksi yang melakukan kontrol keamanan di area TPST setelah berhenti di warung kopi. Ia mendengar teriakan warga, kemudian melihat tumpukan sampah runtuh secara tiba‑tiba.
Segera setelah laporan diterima, petugas Polsek Bantargebang serta tim SAR gabungan TNI‑Polri, BPBD Kota Bekasi dan DKI Jakarta, Basarnas, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, PMI, relawan, dan aparat kecamatan menindaklanjuti pencarian korban. Penggunaan ekskavator membantu membuka material sampah yang menimbun.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Wakapolda Dekananto Eko Purwono turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi dan memastikan penanganan korban berjalan maksimal. Mereka memberi arahan agar fokus pada pencarian korban yang masih tertimbun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa longsor ini dipicu hujan ekstrem dengan curah 264 mm per hari, sehingga permukaan gunungan sampah menjadi licin dan tidak stabil.
Setelah kejadian, pemerintah provinsi menutup zona 4A di TPST Bantargebang sementara, namun zona 3 tetap digunakan untuk penampung sampah. Dua lokasi baru dipersiapkan sebagai tempat sementara.
Pencarian korban masih dilanjutkan hingga Senin (9/3) dengan bantuan Brimob Polda Metro Jaya dan alat berat. Pada pukul 10.30 WIB, tim SAR menemukan sepeda motor yang diamankan oleh Polsek setempat untuk identifikasi lebih lanjut.
—DataBicara: Penanganan korban masih berlangsung intensif, namun belum ada laporan mengenai potensi longsor susulan setelah proses penyisiran.
