DB
Data Bicara
2026-03-09T08:53:00.000Z

Trump Tegaskan Harga Minyak Jangka Pendek Sebagai “Harga Kecil” Meski Perang Timur Tengah Terus Berlanjut

Trump Tegaskan Harga Minyak Jangka Pendek Sebagai “Harga Kecil” Meski Perang Timur Tengah Terus Berlanjut

Presiden Donald Trump menyatakan pada Senin, 9 Maret 2026, bahwa lonjakan harga minyak akibat konflik AS‑Israel dengan Iran hanyalah pergerakan jangka pendek yang seharusnya tidak menjadi beban bagi dunia.

Trump mengutip Bloomberg dan Al Arabiya, menegaskan bahwa harga minyak akan turun cepat ketika ancaman nuklir Iran berakhir. Ia menyampaikan komentar tersebut melalui akun Truth Social.

Ia juga menambahkan bahwa "hanya orang bodoh yang akan berpikir secara berbeda", menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap dampak ekonomi.

Krisis ini muncul setelah serangan terkoordinasi AS dan Israel pada 28 Februari, serta reaksi Teheran yang menghancurkan aset militer negara-negara Teluk. Penutupan Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak di atas US$ 100 per barel.

Produsen utama Timur Tengah seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Irak menurunkan produksi karena penimbunan cepat akibat pembatasan lewat Selat Hormuz.

Meskipun lebih dari selusin negara terseret dalam konflik, Trump mengisyaratkan kemungkinan memperdalam operasi militer di wilayah Iran. Ia menyatakan akan mempertimbangkan serangan pada target yang sebelumnya tidak dianggap sasaran.

Di sisi lain, Iran baru saja mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi, menegaskan komitmen Garda Revolusi terhadap kepemimpinan baru tersebut.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.