Jakarta – Pada Selasa, 3 Maret, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik serangan udara gabungan yang ia klaim telah melemahkan kemampuan militer Iran. Ia menulis di platform Truth Social: “Pertahanan udara, angkatan udara, angkatan laut, dan kepemimpinan mereka sudah hancur.”
Iran merespons dengan meluncurkan serangan terhadap Israel serta negara-negara Timur Tengah yang menampung pangkalan militer AS. Iran menyatakan bahwa aksi tersebut bertujuan membela diri.
Serangan tersebut menambah ketegangan di kawasan, mengingat hubungan historis antara Iran dan negara-negara tetangganya.
Pihak berwenang belum memberikan detail teknis mengenai wilayah atau skala serangan. Namun, pernyataan Trump menandakan pandangan AS bahwa serangan Iran dianggap sebagai ancaman serius.
Situasi ini masih berlangsung tanpa konfirmasi tambahan dari otoritas militer maupun diplomatik di kedua belah pihak.
