DB
Data Bicara
2026-03-09T04:22:00.000Z

AS Peringatkan Staf Kedutaan Tinggalkan Arab Saudi Karena Risiko Serangan Iran

AS Peringatkan Staf Kedutaan Tinggalkan Arab Saudi Karena Risiko Serangan Iran

Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan staf kedutaan non-darurat dan keluarga pegawai pemerintah AS untuk meninggalkan Arab Saudi karena risiko keselamatan.
Perintah ini disampaikan lewat peringatan perjalanan Departemen Luar Negeri AS pada Senin, 9 Maret 2026. Langkah tersebut diambil seiring Iran menyerang kerajaan tersebut sebagai balasan atas serangan Washington dan Israel.
Serangan drone Iran menghantam kedutaan AS di Riyadh pekan lalu, serta merusak fasilitas di Kuwait dan Uni Emirat Arab.
Pada Minggu, 8 Maret, otoritas Arab Saudi melaporkan dua orang tewas dan 12 luka-luka akibat proyektil yang mendarat di provinsi Al Kharj.
Iran bersumpah membalas setelah serangan besar-besaran AS dan Israel pada 28 Februari menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.
Pemerintah Arab Saudi bersekutu erat dengan Amerika Serikat; Bahrain dan Qatar menyediakan pangkalan utama bagi pasukan AS.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara tetangga atas serangan tersebut namun menyatakan bahwa Iran akan "terpaksa membalas" jika negara-negara itu digunakan untuk menyerang Iran.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.