Pada Senin (9/3/2026), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Israel akan melanjutkan perang terhadap Iran dengan kekuatan penuh. Ia menegaskan adanya "rencana yang penuh kejutan" untuk melemahkan rezim Teheran.
Netanyahu menyatakan bahwa strategi ini meliputi sejumlah target yang tidak diuraikan secara rinci, namun ia mengancam bahwa Garda Revolusi Iran (IRGC) harus segera mematikan senjata mereka jika tidak ingin menanggung konsekuensi.
Ia juga menantang rakyat Iran untuk bertindak demi pembebasan diri dari apa yang ia sebut "belenggu tirani", menegaskan bahwa kemenangan akan bergantung pada keberanian warga.
Sejak 28 Februari lalu, Israel dan Amerika Serikat telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Serangan tersebut menyebabkan kematian banyak pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran baru saja mengumumkan bahwa putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei, akan menjadi pemimpin tertinggi yang baru. Netanyahu belum memberikan tanggapan terhadap pengumuman tersebut.
āDataBicara: Ketegangan IsraelāIran tetap meningkat dengan potensi eskalasi militer dan diplomatik.
