DB
Data Bicara
2026-03-09T02:17:00.000Z

Putra Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Putra Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, terpilih oleh Majelis Pakar Iran sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut. Pilihan ini diumumkan pada Minggu (8/3) setelah kematian ayahnya akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.

Majelis Pakar, yang terdiri dari 88 ulama senior, memilih Mojtaba berusia 56 tahun berdasarkan arahan mendiang Khamenei agar pemimpin baru “dibenci oleh musuh”. Seorang anggota Majelis, Mohsen Heidari Alekasir, menekankan bahwa keputusan tersebut mengikuti kehendak ayahnya.

Mojtaba memiliki hubungan erat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan berbagai kerajaan bisnis yang dimiliki keluarganya. Ia dikenal menolak reformis yang ingin menjalin hubungan lebih dekat dengan Barat dan berusaha memantau program nuklir Iran.

Sebagai pemimpin tertinggi, ia akan memiliki wewenang akhir atas kebijakan luar negeri dan program nuklir negara. Meskipun program nuklirnya diserukan hanya untuk tujuan sipil, kekuatan Barat tetap menekan agar Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir.

Mojtaba lahir tahun 1969 di Mashhad dan pernah bertugas bersama militer Iran selama perang Iran‑Irak. Ia belajar di Qom dan memegang gelar Hoojjatoleslam, satu tingkat di bawah pangkat Ayatollah.

Pengkritik menilai bahwa ia tidak memiliki kualifikasi keagamaan yang cukup untuk menjadi pemimpin tertinggi. Meskipun demikian, Mojtaba tetap menjadi kandidat utama setelah sejumlah tokoh senior lainnya meninggal atau tidak terpilih.

Departemen Keuangan AS pernah menjatuhkan sanksi kepada Mojtaba pada 2019, menegaskan bahwa ia mewakili kepentingan mendiang Khamenei dalam kapasitas resmi meski belum pernah diangkat ke posisi pemerintahan. Ia juga telah bekerja sama erat dengan komandan pasukan Quds IRGC dan Basij.

—DataBicara: Pilihan Mojtaba menegaskan dominasi kelompok garis keras atas struktur politik Iran, memicu perdebatan mengenai dinasti politik di negara yang didirikan setelah revolusi 1979.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.