Jakarta – Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas minyak di Iran telah meluas hingga menarget depot penyimpanan minyak, kilang, serta pabrik desalinasi air. Pada Minggu (9/3/2026), serangan ke depot minyak Teheran memicu kebakaran hebat yang menghamparkan asap di ibu kota.
Militer Israel menyatakan bahwa targetnya adalah fasilitas minyak yang “terafiliasi dengan angkatan bersenjata Iran”. Sementara itu, kantor berita IRNA melaporkan bahwa serangan pertama menargetin depot minyak di selatan Teheran dan fasilitas kilang tidak mengalami kerusakan. Jurnalis AFP mencatat api dan asap dari beberapa lokasi.
Menurut CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, empat depot minyak dan pusat transportasi di Teheran serta Alborz diserang pada 8/3. Empat personel termasuk dua pengemudi truk tangki tewas, namun kebakaran berhasil dikendalikan.
Sebelumnya, AS menyerang pabrik desalinasi di Pulau Qeshm (7/3). Akibatnya, pasokan air terganggu di 30 desa, menurut Abbas Araghchi dari Aljazeera. Iran menanggapi dengan serangan ke pangkalan militer AS di Bahrain, yang menyebabkan kerusakan pada pabrik desalinasi dan beberapa korban luka.
Serangan drone Iran juga merusak pabrik desalinasi air di Bahrain, serta menimbulkan puing rudal yang jatuh di daerah Muharraq, mengakibatkan tiga orang terluka dan kerusakan gedung universitas. Pemerintah Bahrain mengimbau warga tetap tenang dan mencari perlindungan.
—DataBicara: Serangan ini memperlihatkan eskalasi konflik Timur Tengah yang menarget infrastruktur sipil penting, meningkatkan risiko ketidakstabilan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.
