DB
Data Bicara
2026-03-08T21:09:00.000Z

Rusia Diduga Kirim Intel ke Iran, Trump Meremehkan Dampaknya

Rusia Diduga Kirim Intel ke Iran, Trump Meremehkan Dampaknya

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menganggap informasi intelijen yang diduga Rusia kirimkan kepada Iran tidak banyak membantu.

Pada Senin (9/3/2026), The Washington Post melaporkan bahwa dua pejabat AS mengetahui tuduhan Rusia memberi intelijen militer ke Iran. Informasi tersebut diyakini dapat digunakan Iran untuk menyerang kapal perang, pesawat, dan aset militer AS di Timur Tengah.

Sabtu (7/3) lalu, Euronews menyampaikan bahwa dua pejabat anonim mengaku informasi itu berpotensi membantu Iran melancarkan serangan terhadap target Amerika di Teluk. Namun belum ada bukti langsung bahwa Moskow memberi arahan spesifik kepada Iran.

Jika terbukti, hal ini menjadi indikasi pertama terlibatnya Rusia secara tidak langsung dalam konflik yang memuncak setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran.

Rusia sebelumnya telah mengutuk serangan AS dan Israel sebagai tindakan agresi bersenjata. Presiden Trump menegaskan bahwa intelijen tersebut “tidak penting” dan hanya memberi sedikit manfaat bagi Iran.

Pada Minggu (8/3), AP melaporkan Trump memanggil informasi tersebut tidak signifikan setelah menghadiri pemakaman enam anggota cadangan Angkatan Darat yang tewas di Kuwait. Ia mengatakan, "Jika Anda melihat apa yang terjadi pada Iran dalam seminggu terakhir, jika mereka mendapatkan informasi, itu tidak banyak membantu mereka."

Trump juga menolak pertanyaan tentang dampak bantuan Rusia terhadap pandangannya mengenai hubungan AS‑Rusia, dengan menyatakan bahwa hal tersebut tidak akan memengaruhi kebijakan.
—DataBicara: Keterlibatan intelijen asing dalam konflik Timur Tengah menambah kompleksitas diplomasi regional.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.