DB
Data Bicara
2026-03-08T15:08:00.000Z

Iran Meminta Maaf ke Negara Tetangga Meski Bersiap Respon Serangan

Iran Meminta Maaf ke Negara Tetangga Meski Bersiap Respon Serangan

Jakarta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (8/3/2026) mengirimkan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang diluncurkan di wilayah mereka, sekaligus menegaskan bahwa Iran tetap bersiap untuk merespons setiap serangan dari pihak musuh.

Pernyataan tersebut disiarkan melalui televisi pemerintah dan dilansir kantor berita AFP. Pezeshkian menyatakan bahwa Iran tidak akan menjadi sasaran kecuali serangan berasal dari negara tetangga, namun ia menegaskan kesiapan militer untuk merespons jika ada upaya invasi.

Di pernyataan terpisah, Garda Revolusi mengumumkan kemampuan pasukan mereka untuk berperang sengit selama enam bulan dengan kecepatan tempur saat ini melawan Amerika Serikat dan Israel. Juru bicara Ali Mohammad Naini menambahkan bahwa Iran akan menggunakan rudal jarak jauh yang lebih canggih dalam beberapa hari mendatang.

Konflik AS-Israel‑Iran terus berlanjut ke minggu kedua, menyebabkan serangan pada infrastruktur minyak Teheran dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Kuwait. Arab Saudi juga mencegat gelombang drone menuju Riyadh.

Israel menargetkan komandan kunci Pasukan Quds di hotel Beirut, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersumpah melanjutkan perang melawan Iran dengan segenap kekuatan.

—DataBicara: Permintaan maaf Iran tidak mengubah posisi strategisnya yang tetap menganggap serangan musuh sebagai ancaman langsung.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.