Jakarta, 7 Maret 2026 – Pemerintah Arab Saudi menegaskan perlunya Iran berhati-hati sebelum meluncurkan serangan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman menyampaikan peringatan ini setelah bertemu dengan kepala militer Pakistan.
Khalid meminta Iran menghentikan tindakan yang dapat merusak keamanan dan stabilitas regional, menegaskan harapan agar pihak Iran bersikap bijaksana dan menghindari salah perhitungan. Pernyataan tersebut dipublikasikan melalui unggahan media sosialnya.
Pada dini hari 7 Maret 2026, Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan bahwa empat drone berhasil diintersep yang menargetkan ladang minyak besar di Shaybah serta dua rudal balistik yang diarahkan ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Sebelumnya, drone juga menargetkan area sekitar Riyadh.
Iran, melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengumumkan peluncuran gelombang serangan ke-23 “Operasi Janji Sejati 4”, yang melibatkan sistem rudal generasi baru menargetkan wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. IRGC menyatakan bahwa fase terbaru operasi tersebut pada hari Jumat, 6 Maret, mencakup serangan drone dan rudal.
Rudal berbahan bakar padat dan cair generasi baru menabrak pos-pos terdepan Amerika di Bahrain, Kuwait, dan Yordania, serta target di wilayah pendudukan Israel seperti Be'er Sheva. IRGC menyoroti bahwa pusat teknologi canggih dan fasilitas keamanan siber juga menjadi sasaran.
—DataBicara: Peringatan Saudi mencerminkan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah akibat serangkaian aksi militer Iran.
