Jakarta – Setiap bulan Ramadan, kawasan Bendungan Hilir (Benhil) di Jakarta Pusat menjadi ikon bazar takjil dengan keramaian pengunjung. Namun pedagang di sana melaporkan penurunan omzet pada tahun ini.
Yusra, yang berjualan nasi padang dan bubur kampiun, menyatakan bahwa ia pernah laku seribu porsi sehari tahun lalu, sedangkan kini hanya 20–35 porsi karena hujan sering turun sore hari. Ia menambahkan bahwa keramaian biasanya membludak di awal Ramadan dan menurun setelah pertengahan bulan.
Seperti Yusra, Upi yang menjual asinan berbuka juga merasakan penurunan kunjungan konsumen. Pedagang lain, Wahyu, mencatat pendapatan lebih besar saat berjualan di perkantoran daripada pada acara akhir pekan.
Wahyu biasanya menyiapkan 50 kg daging ayam untuk sekitar 200 porsi steak takjil, namun tahun ini hanya laku sekitar 150 porsi. Ia juga menjual jajanan lain seperti pentol dan tahu bakso.
Sariyah, penjual kue basah dan gorengan, melaporkan omzet turun 40 % sehingga ia harus mengurangi jumlah karyawan dari tiga menjadi satu.
—DataBicara: Penurunan cuaca di Benhil menunjukkan dampak langsung pada perilaku konsumen takjil selama Ramadan.
