Jakarta – Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan sistem kerja empat hari dalam seminggu di kantor-kantor pemerintah mulai Senin, 9 Maret 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya menanggulangi kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM) akibat perang di Timur Tengah.
Marcos menyatakan bahwa kebijakan sementara ini bertujuan menghemat energi dan mengurangi konsumsi BBM. Ia menegaskan bahwa kantor layanan darurat seperti polisi, pemadam kebakaran, dan layanan penting tidak termasuk dalam program ini.
Selain itu, presiden memerintahkan lembaga pemerintah untuk menurunkan pengeluaran listrik dan BBM sebesar 10–20 persen serta melarang perjalanan dan aktivitas yang tidak perlu, termasuk rapat di luar kantor.
Pemerintah Filipina mengharuskan setiap lembaga merumuskan pedoman internal untuk pemantauan kehadiran, standar kinerja, dan mekanisme dokumentasi sesuai peraturan. Kebijakan ini akan berlaku hingga dicabut oleh presiden.
Marcos memperingatkan bahwa penutupan jalur strategis Selat Hormuz dapat memicu kenaikan harga BBM lokal. Diperkirakan pekan depan bensin naik 7,48 peso (sekitar Rp 2.148) per liter, solar 17,28 peso (Rp 4.963), dan minyak tanah 32,35 peso (Rp 9.290).
