DB
Data Bicara
2026-03-07T05:54:00.000Z

Rusia Berikan Intelijen ke Iran, Potensi Serangan Militer AS di Timur Tengah

Rusia Berikan Intelijen ke Iran, Potensi Serangan Militer AS di Timur Tengah

Jakarta – Rusia dilaporkan telah memberikan informasi intelijen kepada Iran untuk membantu serangan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.

Menurut The Washington Post, dua pejabat AS yang mengetahui masalah ini menyatakan bahwa Rusia diduga telah menyediakan intelijen yang dapat digunakan Iran menyerang kapal perang, pesawat, dan aset-aset militer AS lainnya di kawasan Teluk.

Dilansir Euronews pada Sabtu (7/3/2026), kedua pejabat tersebut bersifat anonim karena tidak berwenang membahas informasi sensitif secara terbuka.

Meski demikian, intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran tentang bagaimana menggunakan informasi tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.

Jika terbukti, hal ini menjadi indikasi pertama bahwa Rusia mulai terlibat secara tidak langsung dalam perang yang dimulai setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sepekan lalu.

Rusia merupakan mitra dekat Iran; Moskow sebelumnya mengutuk serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan.

Pada 2025, pemerintah Iran dan Rusia menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup kerja sama menghadapi ancaman bersama, namun tidak mencakup kewajiban pertahanan seperti pakta keamanan Rusia dengan Korea Utara.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa kerja sama militer antara Iran dan Rusia bukan rahasia, melanjutkan hubungan yang telah ada sebelumnya.
—DataBicara: Kerja sama intelijen ini menegaskan intensifikasi aliansi strategis Rusia-Iran di Timur Tengah.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.