DB
Data Bicara
2026-03-07T04:40:00.000Z

Prancis Kirim Kapal Induk Amfibi ke Mediterania Sebagai Respons Perang Timur Tengah

Prancis Kirim Kapal Induk Amfibi ke Mediterania Sebagai Respons Perang Timur Tengah

Jakarta – Prancis mengirimkan kapal induk helikopter amfibi Tonnerre ke Laut Mediterania sebagai respons terhadap perang di Timur Tengah. Kapal tersebut akan bergabung dengan kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, yang sebelumnya berada di kawasan setelah beroperasi di Laut Baltik.

Sebuah juru bicara militer Prancis mengungkapkan bahwa kapal ini dikerahkan untuk memperkuat kehadiran angkatan bersenjata Prancis dalam konteks krisis Timur Tengah. Pernyataan tersebut dilansir Al Arabiya dan AFP pada Sabtu (7/3/2026).

Sebelumnya, Kapal Induk Tonnerre telah dikirim ke lepas pantai Lebanon sebagai tindakan pencegahan untuk membantu repatriasi jika diperlukan selama perang tahun 2024 antara Israel dan kelompok militan Lebanon, Hizbullah.

Prancis juga telah mengerahkan jet-jet tempur Rafale ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA) untuk melindungi pangkalan angkatan laut dan udara dari serangan Iran. Pesawat-pesawat Rafale ditempatkan di pangkalan Al-Dhafra, dekat Abu Dhabi.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean‑Noel Barrot menjelaskan bahwa Rafale dan pilotnya dimobilisasi untuk memastikan keamanan fasilitas kami. Ia menegaskan bahwa mereka telah melakukan operasi untuk mengamankan wilayah udara di atas pangkalan.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2) lalu, menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran merespons dengan menargetkan sekutu‑sekutu AS di wilayah Teluk.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht‑Ravanchi mengingatkan negara-negara Eropa dapat menjadi "target sah" jika mereka bergabung dengan AS dan Israel dalam perang melawan Iran. Ia menegaskan bahwa negara mana pun yang ikut dalam kampanye militer melawan Iran akan menghadapi serangan balasan dari Teheran.

—DataBicara: Tindakan militer Prancis di Mediterania dan UEA mencerminkan strategi pertahanan regional yang intensif, sementara peringatan Iran menambah ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.