Jakarta – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang serangan ke-23, Operasi Janji Sejati 4, pada Jumat, 6 Maret 2026. Gelombang ini menargetkan wilayah pendudukan Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Menurut pernyataan Kantor Hubungan Masyarakat IRGC, serangan tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan drone dan rudal yang menggunakan sistem rudal canggih berbahan bakar padat dan cair. Rudal generasi baru ini menembus instalasi militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Target utama termasuk pangkalan Sheikh Isa (Bahrain), Juffair (Kuwait), Ali al‑Salem (Yordania) serta al‑Azraq. IRGC menyebutkan bahwa rudal tersebut juga menyerang fasilitas penting di wilayah pendudukan, seperti Be’er Sheva, pusat teknologi canggih, dan fasilitas keamanan siber.
IRGC menyoroti keberhasilan peluncuran sistem rudal Khorramshahr‑4, Kheibar, dan Fattah dalam menghantam target-target strategis. Operasi ini dianggap sebagai respons terhadap apa yang disebutnya propaganda “arogan penindasan global” yang mengklaim kelemahan pertahanan Iran.
—DataBicara: Gelombang serangan terbaru menegaskan posisi Iran sebagai pemain utama dalam konflik Timur Tengah dengan penggunaan teknologi rudal tingkat tinggi.
