Jakarta – Pemerintah Inggris menyatakan siap mendukung pertahanan Arab Saudi pada hari Jumat (6/3) setelah terjadinya konflik di Timur Tengah.
Perdana Menteri Keir Starmer menghubungi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dalam panggilan telepon dan menegaskan bahwa "Inggris siap mendukung pertahanan Kerajaan Arab Saudi jika diperlukan."
Konflik bermula dari serangan Amerika Serikat‑Israel terhadap Iran, menewaskan pemimpin tertinggi republik Islam. Saat ini, perang telah memasuki hari ketujuh dan melibatkan negara-negara Teluk.
Arab Saudi melaporkan mencegat sebuah rudal jelajah dan tiga drone pada hari Jumat. Sebagai bagian dari responsnya, Inggris mengirimkan empat jet tempur Typhoon ke Qatar dan akan mengerahkan kapal perusak pertahanan udara HMS Dragon.
Pangkalan angkatan udara Inggris di Siprus juga diserang oleh drone buatan Iran pada Senin lalu, yang diduga diluncurkan dari Lebanon oleh Hizbullah.
Starmer mendapat kritik dari oposisi atas ketidakpastian tanggapannya terhadap konflik tersebut.
