DB
Data Bicara
2026-03-07T03:19:00.000Z

Mikroplastik Ternak hingga Kedalaman 2.450 Meter di Laut Indonesia

Mikroplastik Ternak hingga Kedalaman 2.450 Meter di Laut Indonesia

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan mikroplastik pada kedalaman sekitar 2.450 meter di jalur utama Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Temuan ini disajikan dalam jurnal *Marine Pollution Bulletin* dengan judul *Vertical Distribution of Microplastic Along the Main Gate of Indonesian Throughflow Pathways* (2024).

Penelitian dipimpin oleh Corry Yanti Manullang, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Laut Dalam BRIN, dan tim kolaborasi internasional dari Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, serta China. Pengambilan sampel dilakukan pada 11 stasiun pengamatan di Selat Makassar hingga Selat Lombok selama ekspedisi oseanografi Januari–April 2021.

Secara total 92 kolom air (5‑2.450 meter) dianalisis dari 872 liter air laut, menghasilkan 924 partikel mikroplastik dengan konsentrasi rata‑rata 1,062 partikel per liter. Lebih dari 90 % partikel berbentuk serat, umumnya berasal dari bahan tekstil sintetis.

Selain serat, tim mengidentifikasi polyester, polypropylene, dan polyurethane melalui spektroskopi Raman, menandakan potensi akumulasi mikroplastik di laut dalam.

Studi tambahan yang dipublikasikan di *Sains Malaysiana* (2024) menunjukkan 133 partikel mikroplastik terdeteksi pada tubuh kopepoda di jalur Arlindo. Rata‑rata konsumsi adalah 0,022 partikel per individu, setara satu partikel plastik setiap 45 kopepoda.

Kopepoda yang dimakan ikan kecil dapat menyalurkan mikroplastik ke rantai makanan laut hingga akhirnya dikonsumsi manusia. Penelitian ini menyoroti bahwa masalah sampah plastik tidak terbatas pada pesisir, melainkan juga mengancam ekosistem laut dalam.
—DataBicara: Temuan menunjukkan perlunya regulasi lebih ketat atas limbah tekstil dan peningkatan penelitian mikroplastik di wilayah laut dalam Indonesia.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.