Jakarta – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyoroti kabar cadangan BBM Indonesia sekitar 20 hari di tengah konflik Timur Tengah yang memanas.
Rivqy menyatakan bahwa pernyataan tersebut menimbulkan kepanikan berlebih di beberapa daerah. Banyak SPBU mengalami antrean panjang dan masyarakat saling berebut BBM.
Ia meminta Pertamina memberikan penjelasan secara komprehensif supaya warga tidak panik.
Rivqy menjelaskan bahwa sistem pencadangan BBM di Indonesia pada dasarnya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan Pertamina dalam menyediakan dana serta fasilitas penyimpanan. Ia menyebut pernyataan soal cadangan BBM di RI habis dalam jangka waktu tertentu tak bisa dimaknai secara sederhana.
