Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat tetap tenang karena kekhawatiran ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Ia menegaskan bahwa stok BBM nasional berada dalam kondisi aman.
Bahlil menjelaskan kapasitas penampungan minyak nasional selama 25 hari, sedangkan standar minimal ketersediaan untuk kebutuhan nasional harus lebih dari 20 hari. Saat ini, stok minyak mencapai 23 hari, sehingga masih memenuhi syarat keamanan.
Ia menegaskan bahwa produksi solar sudah terpenuhi di dalam negeri dan bensin tidak diimpor langsung dari Timur Tengah. Importe bensin dilakukan melalui Singapura, Malaysia, serta industri kilang domestik.
Bahlil juga mengingatkan bahwa sebagian minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah, namun pemerintah telah menyiapkan sumber alternatif seperti Amerika, Nigeria, dan Brasil. Dengan diversifikasi ini, ia berharap tidak perlu ada panic buying.
Pemerintah tetap siap menanggapi provokasi mengenai ketersediaan BBM dan menegaskan keamanan pasokan meski terjadi konflik di Timur Tengah. Ia menyerukan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh misinformasi.
—DataBicara: pemerintah mengandalkan diversifikasi sumber BBM untuk menstabilkan pasokan di tengah ketegangan geopolitik.
