Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak semua elemen buruh bersatu menjaga iklim investasi dan stabilitas ekonomi dalam negeri. Ia menekankan pentingnya solidaritas buruh, pemerintah, dan sektor swasta di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Acara berlangsung pada Jumat (6 Maret 2026) saat acara silaturahmi Ramadan dan buka puasa bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat di PT NOK, Cikarang. Jenderal Sigit menyoroti konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta dampaknya pada perekonomian dunia.
Ia menyebutkan bahwa eskalasi konflik Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mentah, yang kini naik 16 % menjadi 77 USD per barel dari 66 USD. Kenaikan ini berimplikasi bagi situasi global dan dalam negeri.
Jenderal Sigit menegaskan Indonesia harus mandiri mengelola sumber daya alam serta menjaga ketahanan pangan dan energi. Ia berharap buruh dapat memanfaatkan peluang yang diberikan pemerintah, seperti penurunan tarif ekspor ke Amerika Serikat dan fasilitas tarif impor 0 % untuk hampir 1 800 komoditas.
Sebagai dukungan kepolisian, Jenderal Sigit membuka fasilitas Sekolah Polisi Negara (SPN) di seluruh wilayah bagi pelatihan vokasi buruh. Ia juga memerintahkan Kapusdokkes Polri untuk memastikan buruh mendapatkan pelayanan BPJS maksimal melalui Rumah Sakit Bhayangkara.
Hadir di acara tersebut Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, dan beberapa pejabat tinggi Polri yang turut menegaskan dukungan terhadap peningkatan kapasitas SDM buruh. Dengan sinergi ini, Indonesia berupaya menjaga iklim investasi tetap berkembang.
