Washington DC – Sebuah video menunjukkan Presiden Donald Trump sedang duduk di meja Oval Gedung Putih ketika lebih dari dua puluh pendeta menempatkan tangan mereka di atas pundak dan memohon doa bagi pemimpin dan tentara AS. Video tersebut, yang dirilis oleh Wakil Kepala Staf Gedung Putih Dan Scavino pada Jumat (6/3/2026) melalui akun X miliknya, telah ditonton 7,2 juta kali.
Di dalam video, para pendeta mengucapkan doa secara lantang: "Kami berdoa agar berkat dan kasih karunia‑Mu senantiasa menyertainya…" serta memohon perlindungan bagi pasukan Amerika. Seorang pendeta menambahkan: “Saya berdoa memohon berkat dan perlindungan‑Mu atas pasukan kita, dan semua pria dan wanita yang mengabdi pada angkatan bersenjata kita.”
Foto‑foto momen tersebut juga diposting oleh Paula Michelle White‑Cain, penasihat senior kantor keagamaan Gedung Putih. Ia menulis: "Sungguh HARI YANG LUAR BIASA berdoa untuk @potus, untuk pasukan kita… untuk Operation Epic Fury."
Video ini muncul saat AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran, yang sudah berlangsung sejak Sabtu (28/2). Pasukan kedua negara menyerang berbagai target di wilayah Iran, termasuk rudal, angkatan laut, serta komando militer. Tindakan tersebut menewaskan sejumlah pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran melakukan serangan rudal dan drone terhadap target Israel dan pangkalan AS di negara Teluk, mengakibatkan sekurang‑kurangnya enam tentara AS tewas di Kuwait.
