DB
Data Bicara
2026-03-06T11:07:00.000Z

Trump Sebut Pengiriman Pasukan ke Iran 'Buang-Buang Waktu', Saling Menyalahkan

Trump Sebut Pengiriman Pasukan ke Iran 'Buang-Buang Waktu', Saling Menyalahkan

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa mengirim pasukan darat AS ke Iran adalah "buang-buang waktu". Ia menolak peringatan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menegaskan kesiapan Iran menghadapi invasi tersebut.

Trump mengungkapkan pendapatnya melalui telepon kepada media NBC pada Jumat (6/3/2026), menurut kantor berita AFP. Ia menambahkan bahwa langkah militer AS akan menyebabkan kerugian besar bagi pihak yang melakukannya.

Araghchi, di sisi lain, telah menolak tuduhan takut terhadap invasi darat AS dan mengklaim kesiapan Iran dalam mempertahankan kedaulatannya. Pernyataan ini dilaporkan oleh Press TV pada Jumat (6/3/2026).

Sementara itu, Iran juga mengancam akan menargetkan reaktor nuklir Israel di Dimona jika Tel Aviv dan Washington melanjutkan serangan terhadap Teheran.

Kremlin menyatakan bahwa Rusia belum menerima permintaan pasokan senjata dari Iran, yang sedang berperang dengan AS dan Israel. Pernyataan ini diumumkan melalui TASS pada Jumat (6/3/2026).
—DataBicara: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memicu siklus pernyataan provokatif antara negara-negara terlibat.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.