Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) di Tampa, Florida, mengumumkan pada Jumat, 6 Maret 2026, bahwa pesawat pengebom B‑2 telah dikerahkan untuk menjatuhkan puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon ke bunker rudal balistik Iran yang tersembunyi di fasilitas bawah tanah.
Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM, menyatakan dalam konferensi pers bahwa pasukan pengebom AS telah menyerang hampir 200 target di wilayah Iran selama 72 jam terakhir, termasuk sejumlah lokasi di sekitar ibu kota Teheran. Dalam satu jam terakhir saja, serangan tersebut menargetkan peluncur-peluncur rudal balistik yang dikabarkan berada dalam kedalaman bawah tanah.
Cooper juga menyebutkan bahwa militer AS telah menyerang Komando Antariksa Iran, meskipun detail fasilitas yang diserang tidak dijelaskan. Selain itu, operasi terhadap Angkatan Laut Iran meningkat; lebih dari 30 kapal perang Iran dilaporkan ditenggelamkan dan sebuah kapal induk pengangkut drone terbakar akibat serangan AS.
Ia menambahkan bahwa penurunan serangan balasan Iran cukup signifikan sejak serangan gabungan AS‑Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan rudal balistik berkurang 90 persen, sementara serangan drone turun 83 persen sejak hari pertama.
Situasi di Timur Tengah terus memanas setelah kedua negara melancarkan operasi besar terhadap Iran, yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Teheran dan memicu balasan rudal serta drone ke Israel dan pangkalan militer AS di wilayah Teluk. Sebanyak enam tentara AS tewas akibat serangan drone Iran di Kuwait.
—DataBicara: Tindakan militer ini menyoroti ketegangan yang meningkat antara AS‑Israel dengan Iran, memperlihatkan dampak langsung pada strategi pertahanan regional.
