DB
Data Bicara
2026-03-06T10:50:00.000Z

67 Tentara Kuwait Terluka dalam Serangan Pembalasan Iran

67 Tentara Kuwait Terluka dalam Serangan Pembalasan Iran

Jakarta – Kementerian Pertahanan Kuwait mengumumkan bahwa 67 personel militernya terluka sejak awal serangan pembalasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Iran. Ini menjadi jumlah tertinggi di antara militer negara Teluk.

Kolonel Saud Al‑Atwan, juru bicara kementerian, menyatakan hal tersebut dalam pernyataan yang dilansir AFP pada Jumat (6/3/2026). Ia tidak menjelaskan lokasi luka-luka para tentara.

Kuwait telah berhasil menandai dan “menangani” 212 rudal balistik serta 394 drone sejak Sabtu (28/2) lalu, kata juru bicara tersebut. Negara ini juga mencatat jumlah korban tewas tertinggi di kawasan Teluk, dengan delapan dari total 13 korban tewas di wilayah tersebut berasal dari Kuwait.

Korban tewas tersebut terdiri atas empat anggota militer AS, dua personel militer Kuwait dan dua warga sipil. Washington sendiri mengonfirmasi bahwa enam anggotanya tewas dalam konflik ini.

Amerika Serikat memiliki kehadiran militer yang signifikan di Kuwait sejak invasi Irak pada 1990. Beberapa pangkalan AS di negara tersebut antara lain Camp Arifjan, markas besar utama unit Angkatan Darat AS dari Komando Pusat Timur Tengah (CENTCOM), dan Pangkalan Udara Ali al‑Salem, tempat Sayap Ekspedisi Udara ke-386 beroperasi.

Pangkalan Udara Ali al‑Salem juga menjadi pusat pengangkutan udara utama bagi pasukan gabungan dan koalisi di wilayah tersebut. Selain itu, Amerika Serikat menempatkan drone MQ‑9 Reaper berbasis di Kuwait.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.