Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 333 kali antara Januari dan awal Maret 2026, melewati target 308 kali untuk triwulan pertama.
Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan program ini bertujuan mengendalikan harga bahan pokok (bapok) serta memudahkan masyarakat memperoleh bapok selama Ramadan 2026.
Ia menekankan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan sebagai kunci sukses, memastikan akses bahan pokok penting tetap terjangkau dan membantu menekan inflasi.
Pengumuman ini diambil saat pemeriksaan Gerakan Pangan Murah Serentak di Halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat.