Teheran, 6 Maret 2026 – Iran mengancam akan menargetkan reaktor nuklir Israel di Dimona jika Tel Aviv dan Washington berupaya menggulingkan rezim Teheran. Laporan kantor berita ISNA menyebut pejabat militer Iran (nama tidak disebut) bahwa ancaman tersebut akan dilaksanakan bila negara-negara tersebut melanjutkan serangan.
Reaktor Dimona diyakini sebagai lokasi pengembangan senjata nuklir Israel, meski pihak Israel belum pernah mengonfirmasi atau membantah kepemilikan senjata nuklir. Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev, terletak di dekat Dimona, dianggap kunci program tersebut.
Ancaman ini muncul saat gelombang serangan AS dan Israel menargetkan Teheran sejak 28 Februari 2026. Kedua negara menyatakan tujuan mereka mencegah Iran mengembangkan bom nuklir serta menghancurkan program rudal balistik jarak jauh.
Di antara insiden terkini, pada 4 Maret, kapal perang Iran tenggelam di lepas pantai Sri Lanka setelah diserang torpedo oleh kapal selam AS. Dari 119 awak, 32 terselamatkan sementara 87 tewas. Militer Iran menilai serangan tersebut sebagai "serangan pengecut" dan bersumpah membalas.
—DataBicara: Ancaman nuklir ini memperparah ketegangan regional yang sudah tinggi akibat konflik militer dan sanksi ekonomi.
