DB
Data Bicara
2026-03-07T03:30:00.000Z

Ramadanomics: Ibadah yang Menggerakkan Inflasi dan Produksi

Ramadanomics: Ibadah yang Menggerakkan Inflasi dan Produksi

Jakarta – Ramadan menimbulkan perubahan signifikan dalam aktivitas ekonomi masyarakat muslim di Indonesia. Pola konsumsi bergeser, jam kerja disesuaikan, dan pergerakan harga menjadi sorotan utama.

Bagi umat Islam, bulan ini adalah waktu ibadah dan pengendalian diri. Namun bagi ekonom, Ramadan merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji karena mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara bersamaan.

Sebuah studi oleh Eyerci, Toprak, dan Demir (2021) di Turki menunjukkan bahwa beberapa harga pangan naik tajam selama Ramadan, sementara produksi industri cenderung menurun. Temuan ini menguatkan bahwa bulan ibadah memiliki konsekuensi ekonomi terukur.

Menurut teori ekonomi, kenaikan harga biasanya terjadi ketika permintaan melebihi penawaran. Pada Ramadan, pergeseran waktu konsumsi—dari sebaran pagi hingga malam menjadi konsentrasi di sahur dan berbuka—yang memicu perubahan ini.

—DataBicara: Penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi terpusat dapat menimbulkan tekanan harga sementara produksi yang lebih lambat tidak selalu mengikuti kenaikan permintaan.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.