DB
Data Bicara
2026-03-06T06:33:00.000Z

Serangan Israel ke Lebanon Meningkatkan Korban Menurut Kesehatan

Serangan Israel ke Lebanon Meningkatkan Korban Menurut Kesehatan

Kementerian Kesehatan Lebanon mengabarkan bahwa setidaknya 123 orang tewas akibat serangan Israel yang menarget Hizbullah di wilayah selatan Beirut dan kawasan perbatasan. Pada Senin (2/3), jumlah korban meninggal meningkat menjadi 123, sementara 683 lainnya luka-luka.

Serangan tersebut dipicu oleh pertarungan antara Hizbullah dan Israel setelah pemimpin Hizbullah menyerang Israel pada Senin (3/2) sebagai balasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei. Sebelumnya, Sabtu (28/2) Israel dan Amerika Serikat menarget Iran.

Militer Israel membombardir wilayah pinggiran selatan Beirut serta daerah Lebanon bagian selatan, yang menjadi benteng kuat Hizbullah, dan mengerahkan pasukan darat ke kota-kota perbatasan. Selama beberapa hari terakhir, aksi ini memicu kekhawatiran internasional tentang keselamatan warga sipil.

Pihak Israel menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap ancaman militer dari Hizbullah yang diklaim mendukung Iran. Di sisi lain, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyatakan komitmen untuk melanjutkan pertempuran dan menarget posisi Israel hingga Tel Aviv.

Di Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengutuk keras serangan tersebut dan memohon keadilan atas korban Lebanon. Ia juga mengkritik kebijakan diam Dewan Keamanan PBB terkait isu rezim pendudukan.

Seruan untuk deeskalasi dan dialog diplomatik semakin meningkat, sementara organisasi kemanusiaan menegaskan kebutuhan akan perlindungan warga sipil di area terdampak serangan.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.